Nama    :Ni Made Yanti Anita, S.Pd., Gr., M.Pd.

Instansi :SMK Negeri 1 Negara

Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9


ARTIKEL

DISEMINASI BUDAYA POSITIF

SMK NEGERI 1 NEGARA



 

Pendidikan merupakan usaha sadar untuk menuntun murid sesuai dengan kodratnya menjadi manusia dan masyarakat yag  berbahagia. Pemerintah melalui kementrian pendidikan berfokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan kualitas pendidikan dan manajemen talenta. Guna mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan kementrian pendidikan mengembangkan berbagai rangkaian kebijakan Merdeka Belajar. Filosofi “Merdeka Belajar” disarikan dari asas penciptaan manusia yang merdeka memilih jalan hidupnya dengan bekal akal, hati, dan jasad sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa. Untuk itu, guru di Indonesia diharapkan memiliki lima karakter yaitu berjiwa nasionalisme Indonesia, bernalar, pembelajar, profesional, dan berorientasi pada peserta didik. Berbagai kebijakan dan program sedang diupayakan untuk hal tersebut dengan melibatkan berbagai pihak menjadi satu ekosistem pendidikan yang bergerak dan bersinergi dalam satu pola pikir yang sama antara masyarakat, satuan pendidikan, dan pemangku kebijakan. Program tersebut dinamakan Pendidikan Guru Penggerak (PGP) yang sejatinya mengembangkan pengalaman pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan guru sebagai bagian dari Kebijakan Merdeka Belajar melalui pendidikan guru.

Pendidikan guru penggerak (PGP) merupakan program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Pendidikan guru penggerak ini dapat diikuti oleh guru dan kepala sekolah mulai jenjang TK, SD, SMP dan SMA/SMK. Dalam proses pendidikannya, calon guru penggerak (CGP) akan mempelajari 3 modul utama yang dilaksanakan dalam mode daring dan luring. Ketiga modul tersebut adalah 1) Paradigma dan Visi Guru Penggerak, 2) Praktik Pembelajaran yang Berpihak pada Murid, 3) Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah. Pada Modul 1 terdapat beberapa materi yang harus dipelajari oleh CGP, yaitu 1) Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional – Ki Hajar Dewantara, 2) Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak, 3) Visi Guru Penggerak, dan 4) Budaya Positif. Pembelajaran Modul 1 pada pendidikan guru penggerak menuntut CGP untuk mengimplementasikan pemahaman terkait budaya positif yang dapat membantu murid belajar dengan aman dan nyaman sesuai filosofi KHD kemudian CGP juga mendapat kesempatan untuk membagikan pemahaman dan pengalaman kepada guru-guru melalui kegiatan diseminasi budaya positif di sekolah masing-masing.

Diseminasi budaya positif bertujuan untuk dapat menyampaikan pembelajaran dari penerapan konsep inti dari modul budaya positif serta pemahaman CGP mengenai konsep-konsep inti dalam modul Budaya Positif. Berdasarkan hal tersebut di atas, CGP merencanakan Diseminasi Budaya Positif di SMK Negeri 1 Negara pada hari Rabu, 25 Oktober 2023 bertempat di ruang rapat Laboratoium IPAS SMK Negeri 1 Negara. Peserta dalam diseminasi ini adalah waka humas, guru-guru BK dan Wali Kelas di SMK Negeri 1 Negara. Pemilihan guru BK dan Wali Kelas pada diseminasi ini dikarenakan CGP memiliki pandangan bahwa poin-poin penting pada Budaya Positif berkaitan erat dengan tugas dan fungsi dari guru BK dan Wali Kelas dalam rangka memberikan bimbingan dan konseling kepada peserta didik binaanya pada jenjang SMK, walaupun idealnya bahwa semua guru dapat menjalankan budaya positif tersebut. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala SMK Negeri 1 Negara dan dihadiri oleh Waka Humas Sekolah.

Pada tahap perencanaan diseminasi, CGP berkonsultasi dengan Kepala Sekolah dan rekan guru lain terkain rencana diseminasi ini agar mendapatkan ijin serta masukan dari berbagai pihak dengan harapan kegiatan diseminasi dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Kepala sekolah dan rekan guru sangat memotivasi dan mendukung kegiatan ini karena begitu pentingnya materi budaya positif untuk dapat diterapkan di sekolah. Selain berdiskusi, CGP juga menyiapkan materi dan foto serta video sharing penerapan budaya positif di kelas seperti penyusunan keyakin kelas dan penerapan segitiga restitusi terhadap siswa. Materi yang CGP sampaikan dalam diseminasi adalah budaya positif yang meliputi teori motivasi, hukuman dan penghargaan, restitusi, keyakinan kelas, kebutuhan dasar manusia dan dunia berkualitas, lima posisi kontrol, serta segitiga restitusi. Sebelum melakukan kegiatan diseminasi CGP melakukan gladi terlebih dahulu bersama moderator dan beberapa guru untuk melakukan pengaturan peralatan peliputan agar dapat terekam dengan baik.



Gambar 1. Pembukaan Diseminasi Oleh Bapak Kepala SMK Negeri 1 Negara

 

Diseminasi budaya positif di SMK Negeri 1 Negara diawali dengan pemberian salam dan penyampaian susunan acara oleh moderator dan dibuka langsung secara resmi oleh bapak Kepala SMK Negeri 1 Negara. Pembukaan diseminasi dilakukan oleh Kepala SMK Negeri 1 Negara yang diawali dengan memberikan sambutan untuk memotivasi semua pihak agar terus meningkatkan kompetensi diri serta memotivasi guru-guru untuk ikut kegiatan-kegiatan dari kemdikbud seperti guru penggerak ini karena banyak sekali manfaat yang didapatkan untuk diri sendiri dan siswa tentunya. Setelah acara dibuka secara resmi oleh kepala sekolah, maka kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleg CGP.


Gambar 2. Pemaparan Materi Budaya Positif di Sekolah Oleh CGP

Materi disampaikan oleh CGP lebih banyak pada berbagi pengalaman CGP tentang penerapan budaya positif. CGP membawakan materi dengan cukup santai dengan memberikan sedikit humor di sela-sela penyampaian materi. CGP menyampaikan pengalamannya dalam menerapkan keyakinan kelas yang dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu 1) memberikan kesempatan kepada siswa menuliskan praturan-peraturan kelas yang disepakati bersama, 2) Guru mengarahkan menjadikan kalimat negatif pada peraturan yang disebutkan menjadi kalimat positif, 3) mencari nilai-nilai universal yang bersesuaian dengan peraturanyang disepakati untuk diyakini di kelas dan diakhiri dengan 4) menandatangani keyakinan kelas dan melakukan dokumentasi bersama siswa. Selain itu CGP juga berbagi tentang praktik baik tentang penerapan segitiga restitusi yang pernah CGP lakukan. Segitiga restitusi yang dilakukan oleh CGP terdiri atas 3 tahapan penting, yaitu 1) Menstabilkan identitas, 2) Memvalidasi tindakan yang salah, dan 3) Menanyakan keyakinan. CGP membagikan pengalamannya dalam bentuk video penerapan segitiga restitusi.


  



Gambar 3. Segitiga Restitusi dari CGP dan Pembuatan Keyakinan Kelas

   Pemaparan materi oleh CGP diselingi dengan diskusi oleh peserta diseminasi selama proses pemaparan terkait dengan penerapan budaya positif yang bisa dilakukan di SMK Negeri 1 Negara. Diseminasi berjalan dengan sangat baik dan menghasilkan kesimpulan bahwa budaya positif sangatlah baik untuk diterapkan di sekolah walaupun akan menemui tantangan dan kendala namun yang terpenting adalah komitmen kita bersama untuk secara konsisten melaksanakannya. Kegiatan diakhiri dengan salam dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan diseminasi sehingga berjalan lancer.

 

 

 

 

 

Komentar

  1. waahh, mantap bu. praktik ibu menginspirasi saya. materi diartikel pun ibu paparkan dengan sangat baik. sehingga saya paham betul apa yang ibu sudah terapkan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZAT WARNA AZO

Bahaya Styrofoam Terhadap Kesehatan Manusia