Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2011

ZAT WARNA AZO

Zat warna sintetik merupakan salah satu zat warna yang banyak digunakan dalam industri tekstil. Hal ini disebabkan karena zat warna sintetik lebih murah, penggunaannya lebih praktis, tidak mudah luntur, dan warnanya lebih bervariasi daripada zat warna alam. Molekul zat warna tekstil terdiri dari kromofor sebagai pembawa warna dan auksokrom sebagai pengikat warna dengan serat     (Manurung dkk, 2004). Beberapa kromofor yang umum diantaranya gugus nitroso, nitro, azo, etilen, dan karbonil, sedangkan auksokrom diantaranya gugus amina, karboksil, metoksil, sulfonat, dan hidroksil. Sekitar 60% - 70% zat warna yang digunakan dalam pencelupan tekstil adalah zat warna sintetik golongan azo dan turunannya. Zat warna azo banyak digunakan dalam pencelupan kain terutama kain dari serat selulosa, rayon, dan wool. Hal ini karena zat warna azo dapat terikat kuat pada kain, sehingga tidak mudah luntur dan memberikan warna yang baik (Blackburn dan       ...

produksi enzim lignolitik dari jamur lapuk putih

Enzim lignolitik dapat diproduksi dari mikroorganisme melalui dua metode, yaitu submerged fermentation (SmF) dan solid state fermentation (SSF). Pada metode SmF mikroorganisme akan menghasilkan enzim untuk memecah nutrisi dalam media cair, sedangkan pada metode SSF mikroorganisme akan menghasilkan enzim untuk memecah media dan solid support yang akan bertindak sebagai sumber karbon dan inducer . Metode submerged fermentation (SmF) merupakan suatu metode untuk memproduksi enzim dengan cara menumbuhkan jamur pada media cair. Media cair yang digunakan mengandung nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme. Selanjutnya mikroorganisme akan menghasilkan enzim untuk memecah nutrisi dalam media cair (Osma, 2007). Metode SSF merupakan suatu metode untuk memproduksi enzim dengan cara menumbuhkan jamur pada media lembab dengan adanya solid support . Solid support berperan sebagai media tempat pelekatan , sumber karbon, dan inducer . Beberapa solid support yang telah digun...

PEROMBAKAN ZAT WARNA REMAZOL BLACK B MENGGUNAKAN ENZIM LIGNOLITIK DARI JAMUR Polyporus sp. YANG TERAMOBIL PADA ZEOLIT

Oleh Ni Made Yanti Anita, Jurusan Pendidikan Kimia Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang bertujuan untuk men entukan efisiensi perombakan dan stabili tas kerja enzim lignolitik yang teramobil pada zeolit untuk merombak zat warna remazol black B . Enzim lignolitik dihasilkan oleh jamur Polyporus sp. s edangkan , zeolit yang digunakan sebagai material support merupakan zeolit buatan yang diperoleh di pasaran dan zat warna yang digunakan adalah remazol black B . Tahap pengumpulan data dimulai dari produksi enzim lignolitik, uji kualitatif enzim lignolitik, amobilisasi enzim, penentuan efisiensi perombakan dan stabilitas kerja enzim lignolitik yang teramobil pada zeolit untuk merombak zat warna remazol black B . Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi perombakan remazol black B pada pH 6, waktu kontak 5 hari, dan konsentrasi zat warna 50 mg/L menggunakan enzim lignolitik yang teramobil pada zeolit sebesar 86,97%. Enzim lignolitik yang teramobil pa...