BONE CANCER
by
Ni Made Yanti Anita
(Sains Education Programm)
Abstrac
Humans
can move because of the cooperation between the muscle and bone. Serves to sustain the
body's bones, saves some soft organ,
describing the shape of the body, and as a place of attachment of some muscles. The
bones
can function properly due to damage caused by the abnormal cells, known as bone
cancer. In this article will be
reviewed on the bone, bone cancer, bone cancer and treatment efforts. Based on the results of
theoretical studies and a discussion of the following is obtained. Bone is the body that
causes the body frame can stand up straight, place attachment of the muscles
that allow the course of the blood vessels, where the bone marrow and soft
tissue that protects nerve. Bone cancer is cancer that is caused by a problem with the
cells that form bone, generally affects children and adolescents and very
rarely found in adults. Bone cancer can be treated with medication through surgery, chemotherapy
or radiation using x-ray beam.
Key words: Bone Cancer, Abatement
KANKER TULANG DAN GEJALANYA
Oleh
Ni Made Yanti Anita
(Program Studi Pendidikan Sains)
Abstrak
Manusia dapat
bergerak karena adanya kerjasama antara otot dan tulang. Tulang berfungsi untuk
menopang tubuh, pelindungi beberapa organ lunak, menggambarkan bentuk tubuh, dan
sebagai tempat melekatnya beberapa
otot-otot. Tulang dapat tidka berfungsi dengan baik karena terjadi kerusakan
akibat adanya sel-sel tidak normal yang dikenal dengan kanker tulang. Dalam
artikel ini akan dikaji tentang tulang, kanker tulang, dan upaya penanganan kanker tulang. Berdasarkan hasil kajian teori dan pembahasan yang
dilakukan diperoleh hal sebagai berikut. Tulang merupakan kerangka tubuh yang menyebabkan tubuh dapat berdiri tegak, tempat
melekatnya otot-otot sehingga memungkinkan jalannya pembuluh darah, tempat
sumsum tulang dan syaraf yang melindungi jaringan lunak. Kanker tulang merupakan kanker
yang disebabkan oleh suatu persoalan dengan sel-sel yang membentuk tulang, pada
umumnya diderita oleh anak-anak dan remaja dan sangat jarang ditemukan pada
orang dewasa. Kanker
tulang dapat ditangani dengan pengobatan melalui operasi, kemoterapi atau radiasi
menggunakan sinar x-ray.
Kata kunci: Kanker Tulang,
Penanggulangannya
1. Pendahuluan
Manusia merupakan salah satu makhluk hidup, sehingga
manusia dapat bergerak dan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.
Pergerakan manusia ini memerlukan adanya kerjasama antara tulang sebagai sistem
rangka dan otot yang melekat disana. Tulang tidak mampu bekerja sendiri untuk
menggerakkan manusia tanpa bekerja sama dengan otot. Otot mampu menggerakkan
tulang karena mempunyai kemampuan berkontraksi. Hubungan timbal balik antara
otot dengan tulang membentuk satu sistem yang disebut dengan sistem rangka.
Sistem rangka terdiri dari otot dan tulang yang merupakan
jaringan paling banyak mengisi tubuh manusia. Otot berfungsi untuk menggerakkan
bagian-bagian tubuh. Ada yang untuk menggerakkan tulang dan sendi, ada yang
untuk menggerakkan organ tubuh; dan ada yang khusus untuk memompa darah di
jantung. Sedangkan tulang merupakan jaringan tubuh yang berfungsi untuk
menopang tubuh dan bagian-bagiannya. Karena fungsi untuk menopang tulang
mempunyai struktur yang kaku. Selain itu, tulang juga berfungsi sebagai
pendukung dan pelindungi beberapa organ lunak, terutama tengkorak, panggul dan
berfungsi untuk menggambarkan bentuk tubuh, penentuan tinggi seseorang, sebagai
tempat melekatnya beberapa otot-otot, menggantikan sel-sel yang rusak,
memberikan sistem sambungan gerak pengendali (control), dan untuk
menyerap reaksi dari gaya atau force serta beban kejut (Citrawati dkk,
2001).
Disisi lain, tulang yang memiliki fungsi penting dapat
mengalami kerusakan dan tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya karena adanya
sel-sel tulang yang abnormal, keadaan ini disebut dengan kanker tulang. Kanker tulang
cenderung dijumpai pada anak-anak dan remaja namun dapat juga terjadi pada
orang dewasa. Kanker tulang dapat terjadi karena bersumber dari tulang itu
sendiri yang disebut dengan kanker tulang primer atau bersumber dari kanker lain
yang menyebar ke tulang yang dikenal dengan kanker tulang sekunder. Terjadinya
kanker tulang sekunder lebih sering dijumpai dari pada kanker tulang primer
karena dapat bersumber dari kanker payudara atau kanker-kanker lainnya (Hadi,
2011). Jadi kanker tulang juga ditentukan oleh faktor genetis karena adanya
sel-sel kanker yang diturunkan dari parental kepada anaknya.
Berdasarkan paparan tersebut di atas, artikel ini dibuat
untuk mengetahui
tentang tulang, untuk
mengetahui kanker tulang, untuk
mengetahui upaya penanganan kanker tulang.
2. Metode
Metode yang
digunakan dalam penyusunan artikel ini adalah metode kajian pustaka. Metode kajian pustaka dilakukan
dengan mengumpulkan berbagai informasi dari sumber-sumber pustaka yang relevan.
Metode ini dimulai dengan membuat rumusan masalah yang akan dibahas,
selanjutnya dicarikan sumber-sumber yang relevan yang mendukungnya. Informasi
yang diperoleh dari berbagai pustaka yaitu tentang tulang, kanker tulang, dan upaya pencegahannya. Informasi
yang diperleh selanjutnya disajikan menjadi artikel.
3. Pembahasan
a. Tulang
Tulang merupakan kerangka tubuh yang menyebabkan tubuh dapat berdiri tegak,
tempat melekatnya otot-otot sehingga memungkinkan jalannya pembuluh darah,
tempat sumsum tulang dan syaraf yang melindungi jaringan lunak (Widowati,
2009). Intinya tulang adalah organ yang kita butuhkan untuk melakukan aktifits
sehari-hari. Sehingga kita tidak dapat membayangkan bagaimana terganggunya kita
bila ada kerusakan yang terjadi pada tulang. Dari keterangan di atas, ada 4
fungsi utama jaringan tulang :
1.
Fungsi mekanik, sebagai penyokong tubuh dan tempat melekat jaringan otot untuk
pergerakan. Otot merupakan alat gerak aktif, sedangkan tulang merupakan alat
gerak pasif.
2.
Fungsi
Protektif, Melindungi berbagai alat vital
dalam tubuh dan juga sumsum tulang.
3.
Fungsi
Metabolik, Sebagai cadangan dan tempat
metabolisme berbagai mineral yang penting seperti kalsium dan phospat.
4.
Fungsi
Hemopetik, berlangsungnya proses
pembentukan dan perkembangan sel darah.
Tulang manusia terdiri dari tulang pipih, tulang pipa,
dan tulang tak beraturan (Citrawati dkk, 2001). Tulang pipih dan tulang tak
beraturan di bagian dalamnya diisi dengan sumsum tulang merah yang turut
berfungsi dalarn pembentukan darah merah; tulang pipa di lubang pipanya terisi
sumsum tulang kuning yang mengandung banyak lemak. Karena fungsinya membentuk
sel darah, pengambilan sumsum tulang untuk diagnosis penyakit darah sering
dilakukan pada tulang panggul (crista iliaca); dan pemeriksaan sumsum
tulang untuk men diagnosis kemungkinan penyakit malaria pada orang dewasadapat
menggunakan sumsum dari tulang dada (ossternum).
Pada saat bayi masih di dalarn kandungan, salah satu
tulang yang paling cepat tumbuh adalah tulang tengkorak yang membungkus otak. Tulang tungkai mulai tumbuh cepat
setelah lahir. Tulang tengkorak yang membentuk wajah tumbuh relatif larnbat
dibandingkan tulang pembungkus otak. Pada saat lahir semua bayi mempunyai
variasi ukuran dan bentuk tulang wajah yang minimal sehingga jika diperhatikan
semua bayi normal mempunyai bentuk kepala atau wajah yang kira-kira sarna.
Semua bayi mempunyai pipi montok dan wajah yang bundar, tennasuk yang berkulit
putih, kuning, atau hitam.
Di bagian atas hidung terdapat tulang hidung (os
nasale). Tulang ini relatif kecil pada pangkal hidung dan perlu dibedakan dengan
tulang rawan yang membentuk hidung. Tulang rawan hidung yang bembah letak
akibat macam-macam hal, termasuk tinju, dapat menimbulkan gejala hidung
tersumbat.
Tulang belakang manusia terdiri dari 7 ruas tulang leher,
12 ruas tulang punggungl dada, 5 ruas tulang pinggang, dan satu tulang panggul
yang terdiri dari 5 ruass yang menyatu. Di ujung bawah terdapat 4 ruas tulang
ekor. Di bagian dalarn tulang ini terdapat rongga memanjang ke bawah dinarnakan
canalis vertebralis yang berisi sumsum belakang atau medulla spinalis.
Sumsum tulang belakang merupakan jaringan saraf dan bagian dari susunan saraf
pusat. Pusat yang mengatur gerakan otot dan organ lain, seperti usus, jantung,
dan lain-lain terdapat di dalarn sumsum tulang belakang.
Tulang dan tulang rawan mempunyai struktur dasar yang sangat
berbeda. Pada tulang biasa, jika dilihat melalui mikroskop akan dijumpai
struktur yang khas berupa lamellae. Pada tulang rawan struktur demikian
tidak akan dijumpai, tetapi akan ditemukan bahan dasar tulang rawan berupa hyalin,
elastin, atau collagen. Tulang rawan dijumpai pada telinga sehingga
telinga agak kaku, pada hidung, ujung tulang rusuk, tenggorokan, dan bagian
tubuh lain. Rangka bayi dalarn kandungan sebagian besar terdiri dari tulang
rawan.
Antara tulang satu dengan tulang yang lainnya dihubungkan
oleh sendi. Sendi adalah bagian tubuh tempat dua tulang saling berhubungan. Sendi
itu dapat merupakan suatu hubungan yang dapat bergerak atau yang tidak dapat
bergerak. Sendi tak bergerak terdapat pada tulang tengkorak. Tengkorak dibentuk
oleh banyak tulang yang masing-masing dihubungkan satu sarna lain melalui sendi
yang dinarnakan sutura. Contoh lain terdapat pada panggul.
b. Kanker
Tulang
Kanker merupakan kumpulan sel abnormal yang terbentuk
oleh sel-sel yang tumbuh secara terus-menerus, tidak terbatas, tidak
terkoordinasi dengan jaringan sekitarnya dan tidak berfungsi fisiologis (Panji,
2011). Kanker terjadi karena timbul dan berkembang biaknya jaringan sekitarnya
(infiltratif) sambil merusaknya (dekstrutif), dapat menyebar kebagian lain
tubuh, dan umumnya fatal jika dibiarkan. Pertumbuhan sel-sel kanker akan
menyebabkan jaringan menjadi besar dan disebut sebagai tumor. Tumor merupakan
istilah yang dipakai untuk semua bentuk pembengkakan atau benjolan dalam tubuh
(Hadi, 2011). Sel-sel kanker yang tumbuh cepat dan menyebar melalui pembuluh
darah dan pembuluh getah bening. Penjalarannya kejaringan lain disebut sebagai
metastasis. Kanker mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Ada yang tumbuh
secara cepat, ada yang tumbuh tidak terlalu cepat.
Kanker dapat menyerang berbagai bagian tubuh seperti
payudara yang dikenal dengan kanker payudara, paru-paru, tulang dan lainnya.
Kanker payudara pada umumnya diderita oleh wanita yang disebabkan oleh faktor
genetik dan faktor lingkungan. Kanker paru-paru kebanyakan diderita oleh
perokok pasif maupun perokok aktif. Sedangka kanker tulang pada umumnya
menyerang anak-anak dan remaja, serta jarang ditemukan pada orang dewasa.
Kanker tulang disebabkan oleh suatu persoalan dengan sel-sel yang membentuk
tulang. Tumor-tumor tulang terjadi paling umum pada anak-anak dan remaja-remaja
dan lebih kurang umum pada orang-orang dewasa yang lebih tua. Kanker yang
melibatkan tulang pada dewasa-dewasa yang lebih tua adalah paling umum akibat
dari penyebaran metastasis dari tumor yang lain. Adapun beberapa tipe-tipe
kanker tulang adalah sebagai berikut (Rudi, 2011).
§ Osteosarcoma adalah kanker tulang ganas utama
yang paling umum. Penyakit ini paling umum mempengaruhi laki-laki yang berumur
antara 10 dan 25 tahun, namun dapat lebih kurang umum mempengaruhi
dewasa-dewasa yang lebih tua. Ia seringkali terjadi di tulang-tulang yang
panjang dari lengan-lengan dan kaki-kaki pada area-area dari pertumbuhan yang
cepat sekitar lutut-lutut dan bahu-bahu (pundak) dari anak-anak. Tipe kanker
ini seringkali adalah sangat agresif dengan risiko penyebaran ke paru-paru.
Angka kelangsungan hidup dari lima tahun adalah kira-kira 65%.
§ Ewing's sarcoma adalah tumor tulang yang paling
agresif dan mempengaruhi orang-orang yang lebih muda yang berumur antara 4-15
tahun. Ia adalah lebih umum pada laki-laki dan adalah sangat jarang pada
orang-orang yang berumur lebih dari 30 tahun. Ia paling umum terjadi pada pertengahan
dari tulang-tulang panjang dari lengan-lengan dan kaki-kaki. Angka kelangsungan
hidup tiga tahun adalah kira-kira 65%, namun angka ini adalah jauh lebih rendah
apabila telah menyebar ke paru-paru atau jaringan-jaringan lain dari tubuh.
§ Chondrosarcoma adalah tumor tulang yang paling
umum kedua dan bertanggung jawab pada kira-kira 25% dari semua tumor-tumor
tulang yang ganas. Tumor-tumor ini timbul dari sel-sel tulang rawan (cartilage
cells) dan dapat tumbuh dengan sangat agresif atau relatif perlahan. Tidak
seperti banyak tumor-tumor tulang lain, chondrosarcoma adalah paling umum pada
orang-orang berumur diatas 40 tahun. Ia adalah sedikit lebih umum pada
laki-laki dan dapat secara potensial menyebar ke paru-paru dan simpul-simpul
getah bening. Chondrosracoma paling umum mempengaruhi tulang-tulang dari pelvis
dan pinggul-pinggul. Kelangsungan hidup lima tahun untuk bentuk yang agresif
adalah kira-kira 30%, namun angka kelangsungan hidup untuk tumor-tumor yang
tumbuhnya perlahan adalah 90%.
§ Malignant fibrous histiocytoma (MFH) mempengaruhi jaringan-jaringan lunak temasuk otot-otot, ligamen-ligamen,
tendon-tendon, dan lemak. Ia adalah keganasan jaringan lunak yang paling umum
pada kehidupan kemudian dari dewasa, biasanya terjadi pada orang-orang berumur
50-60 tahun. Ia paling umum mempengaruhi anggota-anggota tubuh (kaki dan
tangan) dan adalah kira-kira dua kali lebih umum pada laki-laki daripada
wanita-wanita. MFH juga mempunyai suatu batasan yang lebar dari keparahan.
Angka kelangsungan hidup keseluruhan adalah kira-kira 35%-60%.
§ Fibrosarcoma adalah jauh lebih jarang
daripada tumor-tumor tulang lainnya. Ia adalah paling umum pada orang-orang
yang berumur 35-55 tahun. Ia paling umum mempengaruhi jaringan-jaringan lunak
dari kaki dibelakang lutut. Ia adalah sedikit lebih umum pada laki-laki
daripada wanita-wanita.
§ Chordoma adalah suatu tumor yang sangat
jarang dengan suatu kelangsungan hidup rata-rata dari kira-kira enam tahun
setelah diagnosis. Ia terjadi pada dewasa-dewasa yang berumur diatas 30 tahun
dan kira-kira dua kali lebih umum pada laki-laki daripada wanita-wanita. Ia
paling umum mempengaruhi kolom tulang belakang (spinal column) ujung bawah atau
ujung atas.
Adapun gejala yang ditimbulkan oleh kanker tulang adalah
rasa sakit, melemah, berkurangnya kepekaan, inkontinensia, dan kelumpuhan.
Tanda paling umum dari kanker
tulang di tulang belakang adalah nyeri pada leher atau punggung. Rasa sakit
akan terus-menerus dan disertai dengan gejala lainnya. Nyeri ini bisa hanya di
daerah belakang, bisa juga menyebar ke anggota badan lain. Pengembangannya
tergantung hanya pada lokasi pertumbuhan abnormal. Jika kanker menyebabkan
sejumlah kecil peradangan dan iritasi, rasa sakit biasanya tetap di belakang.
Jika kanker menekan saraf, rasa sakit berdifusi keluar ke "dahan"
yang terkait. Tidak peduli sumber rasa sakit, kanker tulang belakang
menyebabkan ketidaknyamanan kronis.
Jika kanker tempat cukup tekanan
pada saraf, seseorang akan menderita kelemahan. Hal ini sebagian besar disebabkan
oleh gangguan pada impuls dari tulang belakang. Jika kanker menyebabkan
peradangan besar di belakang, otak tidak lagi mampu berkomunikasi dengan baik
dengan kaki. Akibatnya, penderita mungkin merasa sulit untuk berjalan, membawa,
meraih sesuatu, atau berpegangan.
Kanker tulang belakang dapat
mempengaruhi sensasi sentuhan. Karena sumsum tulang belakang adalah saraf
pusat, peradangan atau tekanan di daerah ini dapat mengakibatkan pengurangan
sensasi. Objek mungkin tidak lagi merasa panas atau dingin untuk disentuh.
Serupa dengan ketidakmampuan otak untuk berkomunikasi dengan anggota badan,
anggota badan menjadi tidak sepenuhnya berkomunikasi dengan otak.
Kanker tulang belakang juga dapat menyebabkan inkontinensia. Gejala ini sangat mirip dengan kelemahan, karena tekanan pada saraf tertentu dalam tulang belakang yang bertanggung jawab untuk mengontrol kinerja kandung kemih dan usus. Jika impuls terganggu, dapat menyebabkan seseorang kehilangan kontrol kandung kemih mereka, usus, atau keduanya.
Seiring perkembangan kanker tulang belakang, seseorang mungkin menderita kelumpuhan. Tergantung pada beratnya kanker, kelumpuhan dapat diisolasi untuk satu anggota badan. Ukuran dan lokasi pertumbuhan menentukan jumlah kelumpuhan, karena kanker bisa sampai ke titik di mana saraf tampaknya putus atau lesi telah terbentuk pada saraf itu sendiri.
c. Upaya
Penanganan Kanker Tulang
Ada banyak
metode-metode berbeda yang tersedia untuk dokter anda untuk merawat kanker
tulang. Perawatan terbaik didasarkan pada tipe dari kanker tulang, lokasi
kanker, berapa agresifnya kanker, dan apakah sudah atau belum kanker menyerang
jaringan-jaringan yang mengelilinginya atau yang berjauhan (metastasized). Ada
tiga tipe-tipe utama dari perawatan untuk kanker tulang: operasi, kemoterapi,
dan terapi radiasi. Ini dapat digunakan secara sendiri-sendiri atau digabungkan
dengan sesamanya (Hadi, 2011)
Operasi seringkali digunakan untuk merawat kanker
tulang. Tujuan dari operasi adalah biasanya untuk mengangkat seluruh tumor dan
suatu area yang mengelilinginya dari tulang yang normal. Setelah tumor
diangkat, seorang ahli patologi (pathologist) mengujinya untuk menentukan
apakah ada tulang normal yang sepenuhnya mengelilingi tumor. Jika suatu porsi
dari kanker ditinggalkan, ia dapat berlanjut tumbuh dan menyebar, memerlukan
perawatan lebih jauh.
Menurut sejarah, amputasi-amputasi seringkali
digunakan untuk mengangkat kanker tulang. Teknik-teknik lebih baru telah
mengurangi keperluan untuk amputasi. Pada banyak kasus-kasus, tumor dapat
diangkat dengan suatu lingkar (rim) dari tulang yang normal tanpa keperluan
untuk suatu amputasi. Tergantung pada jumlah tulang yang diangkat, ahli bedah
akan menggantikan sesuatu pada lokasinya. Untuk area-aea yang lebih kecil, ini
mungkin adalah semen tulang (bone cement) atau suatu cangkok tulang (bone
graft) dari tempat lain ditubuh anda atau dari bank tulang. Untuk area-area
yang lebih besar, ahli bedah mungkin menempatkan cangkok-cangkok yang lebih
besar dari bank tulang atau metal implants. Beberapa dari metal implants ini
mempunayi kemampuan untuk memanjang ketika digunakan pada anak-anak yang sedang
tumbuh.
Selain itu, penanganan kanker tulang dapat juga
dilakukan dengan cara kemoterapi. Ini adalah penggunaan dari beragam obat-obat
yang digunakan untuk mencoba menghentikan pertumbuhan dari sel-sel kanker.
Kemoterapi dapat digunakan sebelum operasi untuk mencoba menyusutkan tumor
tulang untuk membuat operasi lebih mudah. Kemoterapi juga dapat juga digunakan
setelah operasi untuk mencoba membunuh sel-sel kanker yang tersisa yang
ditinggalkan setelah operasi.
Cara yang ketiga penanganan kanker tulang dapat
dilakukan dengan menggunakan radiasi terapi kanker tulang. Terapi radiasi
menggunakan x-ray berkekuatan tinggi yang ditujukan pada tempat dari kanker
untuk mencoba membunuh sel-sel kanker. Perawatan ini diberikan dalam
dosis-dosis kecil setiap hari melalui suatu periode waktu dari berhari-hari
sampai berbulan-bulan.
Masyarakat sering mengganggap kanker tulang hal yang sepele, misalnya
penderita yang mengeluh benjolan di paha atau patah tulang spontan yang
disebabkan benturan ringan yang sebelumnya penderita memang sudah memiliki
tumor terlebih dahulu dibawa ke pengobatan alternatif. Jika dalam kondisi
seperti ini dilakukan pengurutan bisa mengakibatkan tumor tadi pecah dan
menyebar, maka tindakan mengurut itu sangat berbahaya.
4. Simpulan
Berdasarkan
hasil pemaparan di atas, maka dapat disimpulakn beberapa hal sebagai berikut.
a.
Tulang
merupakan kerangka tubuh yang menyebabkan
tubuh dapat berdiri tegak, tempat melekatnya otot-otot sehingga memungkinkan
jalannya pembuluh darah, tempat sumsum tulang dan syaraf yang melindungi jaringan
lunak.
b.
Kanker tulang
merupakan kanker yang disebabkan oleh suatu persoalan dengan sel-sel yang
membentuk tulang, pada umumnya diderita oleh anak-anak dan remaja dan sangat
jarang ditemukan pada orang dewasa.
c.
Kanker
tulang dapat ditangani dengan pengobatan melalui operasi, kemoterapi atau
radiasi menggunakan sinar x-ray.
5. Daftar
Pustaka
Citrawari,
D. M., K. Mahardika, M. Sutajaya. 2001. Buku
Ajar Anatomi dan Fisiologi Manusia. Singaraja: IKIP Negeri Singaraja.
Hadi,
T. 2011. Kanker Tulang. Diakses pada
tanggal 20 Juni 2012. Dari: http://tentangkanker.com/2011/kanker-tulang/.
Panji,
A. 2011. Jenis-Jenis Kanker. Sumatra
Utara: Universitas Sumatra Utara.
Rudi,
W. 2011. Kankertulang dan Gejalanya.
Diakses pada tanggal 20 Juni 2012. Diakses dari http://cara-mengobati.net/tag/penyebab-tumor-tulang/.
Widowati,
A. 2009. Struktur Tulang dan Penyakit
Tulang. Diakses pada tanggal 20 Juni 2012. Dari: http://awido1008.multiply.com/journal /item/21?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem.
Komentar
Posting Komentar