RPP MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK
1. JUDUL PROGRAM
Pembelajaran tematik dengan tema “Radioaktif”
2. RINGKASAN TEORI MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK YANG DIGUNAKAN
Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan. Sebagai salah satu pendekatan pembelajaran, pembelajaran tematik memiliki sejumlah ciri/karakteristik, yaitu :
1. Berpusat pada siswa
2. Memberikan pengalaman langsung
3. Pemisahan matapelajaran tidak begitu jelas
4. Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran
5. Bersifat fleksibel
6. Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa
7. Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan
Trianto, 2009 menyatakan bahwa terdapat empat model pembelajaran terpadu yang dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran pada pendidikan formal, yaitu: (a) model keterhubungan (connected), (b) model jaring laba-laba (webbed), (c) model keterpaduan (integrated), dan (d) model tersarang (nested). Model pembelajaran tematik yang digunakan pada program ini adalah model jaring laba-laba (webbed).
Pembelajaran terpadu model webbed merupakan pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik (Trianto, 2009). Model pembelajaran ini digunakan untuk pengintegrasian antar mata pelajaran secara tematik. Pengembangan model webbed diawali dengan menentukan tema tertentu. Tema tersebut ditentukan berdasarkan materi dalam kurikulum yang berlaku sesuai dengan standar kompetensi yang telah ditetapkan. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi tumpang tindih antara tema yang diambil dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sesuai tuntutan kurikulum. Tema dapat ditetapkan berdasarkan hasil negosiasi antara guru dengan siswa maupun antara guru dalam mata pelajaran yang terkait. Berdasarkan tema tersebut, kemudian dibuatkan sub-sub tema sesuai dengan kajian dalam mata pelajaran yang terkait. Sebagai contoh model webbed dapat dilihat pada Gambar 1. Kelebihan dari model webbed, adalah sebagai berikut (Trianto, 2009)..
a. Penyeleksian tema yang sesuai dengan minat siswa akan menambah motivasi belajar siswa.
b. Lebih mudah dilakukan oleh guru yang belum berpengalaman.
c. Memudahkan perencanaan pembelajaran dalam mengelola kelas.
d. Memberikan kebermaknaan materi dalam belajar.
e. Memberikan kemudahan bagi siswa dalam melihat keterhubungan antara ide-ide berbeda yang terkait.
Selain kelebihan tersebut, model webbed juga memiliki kekurangan, yaitu sebagai berikut (Trianto, 2009)..
a. Kesulitan dalam menyeleksi tema yang cocok sebab tema yang dipilih harus benar-benar relevan dengan konten.
b. Cenderung untuk merumuskan tema yang dangkal.
c. Guru lebih memusatkan perhatian pada kegiatan daripada pengembangan konsep selama proses pembelajaran
![]() |
Gambar 1 merupakan contoh diagram model webbed dengan mengambil tema radioaktif yang merupakan pengintegrasian dua mata pelajaran yaitu mata pelajaran Kimia dan Fisika pada kelas XII semester 1 (SMA).
3. ISI PROGRAM PEMBELAJARAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
TEMATIK SMA
A. Identitas Program
Tema : Radioaktif
Sekolah : SMA N 1 Mendoyo
Satuan Pendidikan : SMA
Materi Kimia : Unsur-unsur Radioaktif
Materi Fisika : Fisika Inti dan Radioaktif
Kelas/Semester : XII IPA/1
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
B. Tujuan Pembelajaran
Standar Kompetensi
1. Kimia
Memahami karakteristik unsur-unsur penting, kegunaan dan bahayanya, serta terdapatnya di alam
2. Fisika
Menunjukkan penerapan konsep fisika inti dan radioaktivitas dalam teknologi dan kehidupan sehari-hari
Kompetensi Dasar
1. Kimia
Mendeskripsi-kan unsur-unsur radioaktif dari segi sifat-sifat fisik dan sifat-sifat kimia, kegunaan, dan bahayanya
2. Fisika
Mendeskripsi-kan pemanfaatan radioaktif dalam teknologi dan kehidupan sehari-hari
Indikator
1. Kimia
2. Fisika
Tujuan Pembelajaran
1. Kimia
2. Fisika
C. Ringkasan Materi
1. Kimia
Unsur-unsur yang bersifat radioaktif, yaitu sifat yang dapat memancarkan sinar radioaktif (sinar α, sinar β, dan sinar γ). Sifat ini disebabkan oleh inti atom yang tidak stabil dan dicirikan oleh angka perbandingan antara jumlah proton : jumlah netron pada umumnya lebih besar dari 1. Unsur radioaktif adalah unsur yang mempunyai nomor atom di atas 83.
Sinar-sinar radioaktif mempunyai sifat-sifat yaitu:
1. Dapat menembus kertas atau lempengan logam tipis.
2. Dapat mengionkan gas yang disinari.
3. Dapat menghitamkan pelat film.
4. Menyebabkan benda-benda berlapis ZnS dapat berpendar (fluoresensi).
5. Dapat diuraikan oleh medan magnet menjadi tiga berkas sinar, yaitu sinar α, β, dan γ
Unsur-unsur radioaktif cenderung mengalami reaksi fisi inti atau fusi inti yang disertai dengan pemancaran sinar berupa sinar α, sinar β, dan sinar γ.
1. Reaksi fisi inti
Fisi ini adalah proses dimana suatu inti berat (nomor massa > 20) membelah diri membentuk inti-inti yang lebih kecil dengan massa menengah. Hal ini terjadi karena ini awal kurang stabil, sehingga membelah membentuk ini kecil yang lebih stabil. Reaksi ini disertai dengan pembebasan sejumlah besar energi. Contoh persamaan reaksi fisi adalah sebagai berikut.
2. Reaksi fusi inti
Fusi inti adalah penggabungan inti kecil menjadi inti yang lebih besar, hal merupakan kebalikan dari reaksi fisi. Jika dua inti ringan bergabung, membentuk inti yang lebih besar dan lebih satbil dari pada inti awal, maka reaksinya akan disertai dengan pembebasan sejumlah besar energi. Contoh persamaan reaksi fusi adalah sebagai berikut.
Kegunaan unsur-unsur radioaktif antara lain:
1. Sebagai Perunut (meliputi Bidang Kedokteran, Bidang Industri, Bidang Hidrologi, Bidang Kimia, Bidang Biologi, Bidang Pertanian, dan Bidang Peternakan
2. Sebagai Sumber Radiasi (meliputi Bidang Kedokteran, Bidang Industri, Bidang Peternakan).
Dampak negatif dari radiasi zat radioaktif, antara lain:
1. Radiasi zat radioaktif dapat memperpendek umur manusia. Hal ini karena zat radioaktif dapat menimbulkan kerusakan jaringan tubuh dan menurunkan kekebalan tubuh.
2. Radiasi zat radioaktif terhadap kelenjar-kelenjar kelamin dapat mengakibatkan kemandulan dan mutasi genetik pada keturunannya.
3. Radiasi zat radioaktif dapat mengakibatkan terjadinya pembelahan sel darah putih, sehingga mengakibatkan penyakit leukemia.
4. Radiasi zat radioaktif dapat menyebabkan kerusakan somatis berbentuk local dengan tanda kerusakan kulit, kerusakan sel pembentuk sel darah, dan kerusakan sistem saraf.
2. Fisika
Teknologi nuklir adalah teknologi yang melibatkan reaksi dari inti atom (inti=nuclei). Teknologi nuklir dapat ditemukan pada bebagai aplikasi, dari yang sederhana seperti detektor asap hingga sesuatu yang besar seperti reaktor nuklir.
Penggunaan zat-zat radioaktif merupakan bagian dari teknologi nuklir yang relatif cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal ini disebabkan zat-zat radioaktif mempunyai sifat-sifat yang spesifik, yang tidak dimiliki oleh unusr-unusr lain. Dengan memanfaatkan sifat-sifat radioaktif tersebut, maka banyak persoalan yang rumit yang dapat disederhanakan sehingga penyelesaiannya menjadi lebih mudah.
a. Bidang Kedokteran
a. Bidang Kedokteran
Penggunaan radioaktif untuk kesehatan sudah sangat banyak, dan sudah berapa juta orang di dunia yang terselamatkan karena pemanfaatan radioaktif ini.
Beberapa maanfaat unsur radioaktif dalam bidang kedokteran yaitu:
1. Sterilisasi alat-alat kedokteran
2. Terapi tumor atau kanker
3. Penentuan kerapatan tulang
4. Menentukan kandungan mineral tubuh terutama untuk unsur-unsur yang terdapat dalam tubuh dengan jumlah yang sangat kecil (Co, Cr, F, Fe, Mn, Se, Si, V, Zn dan sebagainya)
5. Pendeteksi jenis kelamin
6. Pengetesan kualitas bahan di dalam suatu industri
7. Mengetahui bagian dalam dari organ tubuh seperti tulang, paru-paru dan jantung
8. mencari jejak terjadinya infeksi bakteri.
Contoh radioisotop yang banyak digunakan adalah
1. I-131 Terapi penyembuhan kanker Tiroid, mendeteksi kerusakan pada kelenjar gondok, hati dan otak

silahkan diminta komentarnya terimakasih
BalasHapus