ZAT WARNA AZO


Zat warna sintetik merupakan salah satu zat warna yang banyak digunakan dalam industri tekstil. Hal ini disebabkan karena zat warna sintetik lebih murah, penggunaannya lebih praktis, tidak mudah luntur, dan warnanya lebih bervariasi daripada zat warna alam. Molekul zat warna tekstil terdiri dari kromofor sebagai pembawa warna dan auksokrom sebagai pengikat warna dengan serat    (Manurung dkk, 2004). Beberapa kromofor yang umum diantaranya gugus nitroso, nitro, azo, etilen, dan karbonil, sedangkan auksokrom diantaranya gugus amina, karboksil, metoksil, sulfonat, dan hidroksil.
Sekitar 60%-70% zat warna yang digunakan dalam pencelupan tekstil adalah zat warna sintetik golongan azo dan turunannya. Zat warna azo banyak digunakan dalam pencelupan kain terutama kain dari serat selulosa, rayon, dan wool. Hal ini karena zat warna azo dapat terikat kuat pada kain, sehingga tidak mudah luntur dan memberikan warna yang baik (Blackburn dan           Burkinshaw, 2002). Zat warna azo tidak mudah rusak oleh perlakuan kimia, sehingga jika terbuang ke lingkungan dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama serta dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.

 Senyawa golongan azo memiliki paling sedikit satu ikatan -N=N-Zat warna azo dikelompokkan menjadi monoazo, diazo, triazo, dan poliazo. Zat warna monoazo hanya memiliki satu ikatan -N=N-, sementara diazo, triazo, dan poliazo, masing-masing memiliki dua, tiga atau lebih ikatan -N=N-. Gugus azo umumnya berikatan dengan benzena atau naftalena.
Keberadaan zat warna dalam perairan dapat menghambat masuknya sinar matahari ke dalam air, sehingga mengganggu aktivitas fotosintesis mikroalga. Dampak lanjutannya adalah pasokan oksigen dalam air menjadi berkurang serta memicu aktivitas mikroorganisme anaerob yang menghasilkan produk berbau tak sedap. Selain itu, perombakan zat warna azo secara anaerob pada dasar perairan menghasilkan senyawa amina aromatik yang lebih toksik dibandingkan dengan zat warna azo (Van der Zee, 2002).
Salah satu zat warna azo yang banyak digunakan dalam industri pencelupan tekstil adalah zat warna remazol black B. Zat warna ini dikenal juga dengan nama C.I. reactive black 5 memiliki massa molekul relatif sebesar 991 dan panjang gelombang maksimumnya 597 nm. Zat warna ini digunakan sebagai pewarna biru pada industri tekstil. Selain itu, zat warna ini biasanya dicampur dengan zat warna lain untuk membuat jenis warna yang baru. Zat warna remazol black B termasuk zat warna diazo karena memiliki dua ikatan -N=N-.

Komentar

  1. maaf kalau zat warna wantek yang terdapat dipasaran tu termasuk jenis pewarna sintetik apa yah?

    BalasHapus
  2. Menjual berbagai macam jenis Chemical untuk cooling tower chiller Boiler,evapko,STP wwtp dll , untuk informasi lebih lanjut tentang produk ini bisa menghubungi saya di email tommy.transcal@gmail.com
    Hp 081310849918

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahaya Styrofoam Terhadap Kesehatan Manusia