PEROMBAKAN ZAT WARNA REMAZOL BLACK B MENGGUNAKAN ENZIM LIGNOLITIK DARI JAMUR Polyporus sp. YANG TERAMOBIL PADA ZEOLIT


Oleh
Ni Made Yanti Anita,
Jurusan Pendidikan Kimia

Abstrak

Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang bertujuan untuk menentukan efisiensi perombakan dan stabilitas kerja enzim lignolitik yang teramobil pada zeolit untuk merombak zat warna remazol black B. Enzim lignolitik dihasilkan oleh jamur Polyporus sp. sedangkan, zeolit yang digunakan sebagai material support merupakan zeolit buatan yang diperoleh di pasaran dan zat warna yang digunakan adalah remazol black B. Tahap pengumpulan data dimulai dari produksi enzim lignolitik, uji kualitatif enzim lignolitik, amobilisasi enzim, penentuan efisiensi perombakan dan stabilitas kerja enzim lignolitik yang teramobil pada zeolit untuk merombak zat warna remazol black B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi perombakan remazol black B pada pH 6, waktu kontak 5 hari, dan konsentrasi zat warna 50 mg/L menggunakan enzim lignolitik yang teramobil pada zeolit sebesar 86,97%. Enzim lignolitik yang teramobil pada zeolit bekerja stabil untuk merombak zat warna remazol black B sampai 6 kali pemakaian.

Kata-kata kunci: enzim lignolitik, zeolit, remazol black B, Polyporus sp.



Hasil
Jamur Polyporus sp. diremajakan dalam media potato dextrose agar (PDA) dan Czapex cair kemudian diinkubasi selama 7 hari. Peremajaan jamur Polyporus sp. dalam media PDA dan Czapex cair menunjukkan adanya benang-benang putih pada media PDA dan Czapex cair serta adanya perubahan warna dari media yang awalnya tidak berwarna menjadi berwarna kuning. Pertumbuhan optimum jamur Polyporus sp. terjadi pada hari ke-12 dengan absorbansi sebesar 0,853 pada panjang gelombang 370 nm.
Enzim lignolitik dari jamur Polyporus sp. diproduksi dengan metode solid state fermentation (SSF). Hasil produksi enzim dengan metode SSF berwarna kuning kecoklatan. Lankinen (2004) melaporkan bahwa enzim lignolitik yang diproduksi dari jamur lapuk putih berwarna kuning. Perbedaan warna yang diperoleh disebabkan karena penggunaan serbuk gergaji sebagai solid support. Hasil uji positif terhadap adanya enzim LiP ditandai dengan terbentuknya larutan yang berwarna kuning transparan setelah penambahan n-propanol. Uji kualitatif terhadap adanya enzim MnP menunjukkan hasil uji positif dengan terbentuknya larutan berwarna oranye kecoklatan setelah penambahan phenol red.
Amobilisasi enzim pada zeolit bertujuan agar enzim dapat digunakan berulang dalam proses perombakan zat warna remazol black B. Konsentrasi enzim yang teramobil pada zeolit ditentukan berdasarkan konsentrasi proteinnya menggunakan metode Lowry. Berdasarkan hasil pengujian, konsentrasi enzim awal dan enzim lepas (enzim dalam filtrat dan air bilasan) berturut-turut adalah 348,000 dan 94,400 mgL-1. Sehingga enzim yang teramobil pada zeolit sebesar 0,507 mgL-1/gram zeolit.
Perombakan zat warna remazol black B menggunakan enzim lignolitik yang teramobil pada zeolit dilakukan pada pH 6, waktu kontak 5 hari, dan konsentrasi zat warna sebesar 50,00 mg/L. Konsentrasi standar, kontrol, dan hasil perombakan remazol black B disajikan pada Gambar 1. Sedangkan hasil pengamatan visual dari standar, kontrol, dan hasil perombakan remazol black B disajikan pada Gambar 2.

Gambar 1. (b) menunjukkan terjadinya penurunan konsentrasi zat warna remazol black B setelah diadsorpsi oleh kontrol sebesar 6,80%. Sedangkan Gambar 1 (c) menunjukkan terjadinya penurunan konsentrasi zat warna remazol black B setelah dirombak menggunakan enzim lignolitik yang teramobil pada zeolit sebesar 93,77%. Sehingga efisiensi perombakan remazol black B menggunakan enzim lignolitik sebesar 86,97%.

Gambar 2 menunjukkaan bahwa terjadi perubahan warna pada larutan remazol black B yang awalnya berwarna biru menjadi tidak berwarna setelah dirombak oleh enzim lignolitik yang teramobil pada zeolit dengan 5 hari waktu kontak. Sedangkan, kontrol tidak mengalami perubahan warna. Terjadinya perombakan remazol black B dapat dilihat dari perubahan spektrum zat warna standar 50,00 mg/L dengan hasil perombakan. Spektrum remazol black B standar 50,00 mg/L, kontrol, dan hasil perombakan disajikan pada Gambar 3. 
Gambar 3 menunjukkan terjadinya perbedaan spektrum remazol black B standar 50,00 mg/L dengan hasil perombakan yang diamati menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada waktu kontak 5 hari. Sedangkan pada kontrol tidak terjadi perubahan spektrum, hanya terjadi penurunan absorbansi. Puncak serapan dari zat warna remazol black B standar 50,00 mg/L, kontrol, dan hasil perombakan berturut-turut 597,0; 595,0; dan tidak tampak pada rentangan panjang gelombang 500-700 nm.
Stabilitas kerja enzim lignolitik yang teramobil pada zeolit untuk merombak zat warna remazol black B ditentukan dengan cara membandingkan masing-masing efisiensi perombakan pada 10 kali pemakaian terhadap efisiensi awal. Efisiensi perombakan setiap pemakaian disajikan pada Gambar 4.
Berdasarkan Gambar 4 persentase penurunan efisiensi perombakan remazol black B sampai 6 kali pemakaian sebesar 2,74%. Sedangkan sampai 7 kali pemakaian terjadi penurunan efisiensi sebesar 11,42%. 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZAT WARNA AZO

Bahaya Styrofoam Terhadap Kesehatan Manusia